7WxW0BwfuKmx1EPBJmqUIT8xLtYZA4d5uEbC5S5P

Bagaimana Cara Mengatasi Persistent Vegetative State ?


Persistent Vegetative State
Aeon.co

Persistent vegetative state adalah sebuah kondisi dimana seseorang mengalami gangguan kesadaran yang berkepanjangan. Seseorang yang mengalami persistent vegetative state bisa menunjukkan kesadaran yang berbeda – beda. Kondisi ini ditandai dengan dilema etika dan medis. Terdapat beberapa keadaan yang mendefinisikan gangguan yang berbeda dengan orang yang mengalami persistent vegetative state, yaitu :

Keadaan vegetatif : pasien dalam kondisi terjaga namun tidak menunjukkan kesadaran yang ada di sekitarnya
Keadaan sadar minimal : pasien dalam kondisi terjaga dan mempunyai kesadran yang minimal di sekitarnya

Penjelasan lebih lengkap mengenai kondisi ini akan dijelaskan sebelum memahami bagaimana cara mengatasi persistent vegetative state :

1. Koma

Koma merupakaan kondisi tidak sadar yang sangat mendalam. Seserang yang mengalami koma masih hidup namun tidak bisa bergerak dan menanggapi kondisi di sekitarnya. Pasien tidak bisa merespon rangsangan dari luar yang ditujukan kepada dirinya. Seseorang dengan kondisi vegetatif dan kondisi sadar minimal bisa mengalami koma.

2. Keadaan vegetatif

Saat seseorang mengalami keadaan vegetatif, terdapat kemampuan untuk berpikir dan kesadaran lingkungan yang hilang. Namun, fungsi non-kognitif dan pola tidur secara normal masih dialami dan ada. Orang tersebut akan kehilangan fungsi otak yang lebih tinggi tetapi fungsi – fungsi penting lain misalnya bernafas dan sirkulasi tetap dan relatif utuh. Apabila ada rangsangan eksternal, mata mungkin masih bisa terbuka, gerakan spontan bisa terjadi. Orang tersebut terkadang bisa tertawa, menangis dan meringis namun tidak bisa berbicara dan menanggapi perintah yang ditujukan pada dirinya. Selain itu, refleks untuk menelan dan kontrol atas usus atau kandung kemih sudah tidak bisa dilakukan. Kondisi ini berbeda dengan kematian batang otak yaitu kondisi dimana terdapat kehilangan semua fungsi otak meliputi kemampuan untuk bernafas secara spontan.

3. Keadaan sadar minimal

Seseorang yang mengalami kesadaran yang berubah menjadi parah namun masih terdapat aspek kesadaran yang ada. Beberapa penyebab yang memengaruhi kondisi ini yaitu cedera otak akut, kondisi degeneratif, gangguan metabolisme, infeksi atau malformasi perkembangan. Penyebab reversibel potensial juga memiliki dampak seperti efek obat penenang yang bertahan lama yaitu antikonvulsan yang merupakan agen penghambat anestesi atau neuromuskuler. Selain itu, penyebab lain seperti gangguan metabolisme dan lesi struktural yang bisa diobati.

Saat diagnosis dilakukan, pasien harus dirawat dan dipindahkan oleh unti yang memiliki spesialisasi di PDOC. Pasien akan diperiksa oleh setidaknya dua dokter yang ahli di bidang gangguan kesadaran. Sebagai cara mengatasi persistent vegetative state, dokter tersebut harus mempertimbangkan pandangan staf medis, staf klinis lainnya seperti neuropsikolog klinis, terapis okupasi dan fisioterapis, penjaga dan saudara dari pasien mengenai reaksi dan respon pasien. Penilaian klinis dibutuhkan yang dilakukan secara terpisah dan menulis rincian dalam catatan. Untuk mengkonfirmasi penyebab dari kondisi tersebut, pertimbangan mengenai penyelidikan yang telah dilakukan sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan posisi fisik pasien bisa memengaruhi daya tangkap sehingga bisa diawali dengan menilai pasien dari satu posisi yang bisa membantu tenaga medis lainnya selama pemeriksaan.

Apabila tidak ada kepastian mengenai diagnosis, penilaian klinis tidak boleh dibuat sehingga pasien harus diperiksa kembali di kemudian hari dan tidak boleh terburu – buru. Alat yang mungkin dibutuhkan seperti matriks cedera wessex. Melakukan pengamatan yang terstruktur bisa membantu mengungkan adanya tanda – tanda kesadaran jika terdapat kasus yang meragukan. Pertimbangan utama dari diagnosis yaitu apakah pasien mungkin sadar hingga tingkat tertentu. Sehingga, pendapat dari perawat, keluarga dan saudara dari pasien sangat dibutuhkan. Kondisi persistent vegetative state bisa didiagnosis apabila sudah terjadi selama lebih dari 6 bulan yang berkaitan dengan cedera otak anoksis atau metabolik dan lebih dari 1 tahun apabila berkaitan dengan cedera otak traunmatis. Pengobatan yang dilakukan akan lebih sulit jika diagnosis dilakukan dalam kondisi sadar minimal permanen setelah 5 tahun keadaan sadar minimal terus berlanjut. Pemulihan mungkin tidak bisa terjadi apabila kondisinya sudah dinyatakan permanen.

Sumber :
www.webmd.com
https://patient.info
Related Posts
Ayied Muhammad Riduan
Saya mengelola beberapa website/blog dengan berbagai niche yang terbuka untuk segala bentuk kerjasama. Kunjungi 𝗦𝗮𝘁𝘂𝗶𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹.𝗶𝗱 atau di No Telepon/WA 𝟬𝟴𝟮𝟭𝟱𝟰𝟮𝟵𝟱𝟱𝟱𝟳 untuk detail informasi layanan jasa lainnya.
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment